Pondok Modern Al-Barokah Ngepung Patianrowo Nganjuk

Setiap orang tua tentunya menginginkan yang terbaik untuk putra/putrinya, apa lagi dalam hal pendidikan, tentunya hal itu tidak bisa ditawar-tawar lagi, Pendidikan yang Terbaik adalah Harga Mati.
Sebagai seorang muslim, tentunya yang dimaksud dengan pendidikan terbaik adalah pendidikan yang dapat mengantarkan putra/putri didik menuju putra/putri yang sholeh/sholehah, yang menjadikan anak menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtua khususnya, yang mendidik anak agar memiliki budi pekerti yang baik, akhlak yang mulia, dan tentunya beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Tidak lain, pendidikan untuk anak tumpuannya adalah Lembaga Pendidikan atau Sekolah. Ketika kita salah dalam memilih sebuah sekolah untuk putra/putri kita, akibatnya adalah sebuah kesalahan dalam memilihkan masa depan untuk mereka. Karena setiap sekolah, setiap lembaga pendidikan, memiliki ciri dan kekhasan masing-masing.
Pondok Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan yang sering kali dipandang sebelah mata oleh sekelompok masyarakat. Padahal, ibarat sebuah restoran, Pondok Pesantren menawarkan paket pendidikan lengkap untuk putra/putri kita. Salah satu contoh, Pondok Pesantren Modern Al-Barokah atau yang lebih dikenal dengan Pondok Modern Al-Barokah dengan sistem KMInya, yang bertempat di dusun Sukonilo, desa Ngepung, kecamatan Patianrowo, kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Indonesia.(± 12 km sebelah barat daya kota Kertosono Nganjuk).

Di Pondok Modern Al-Barokah Ngepung Patianrowo, putra/putri anda akan dididik dan dibina selama 24jam sehari, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, bahkan sampai sampai bangun tidur lagi. Ada sebuah slogan yang tertanam dalam jiwa para penddiknya, yaitu “Pondok tidak pernah tidur.” Sangat kontras dengan sistem non pesantren, yang mana 90% perhatian sekolah kepada siswa/siswi adalah pada sisi intelegensi (pengajaran) saja, dan hampir tidak menyentuh pada sisi spiritual (lebih didapatkan dari pendidikan bukan pengajaran).

Untuk itu, sebuah keputusan yang tepat apabila orangtua memilih pesantren khususnya Pondok Modern Al-Barokah untuk putra/putrinya dididik dan dibina, disamping karena nilai pendidikan yang dikedepankan di dalamnya, Pondok Modern Al-Barokah memiliki beberapa spesifikasi, di antaranya:
1. Bahasa Arab dan Inggris aktif setiap hari
2. Pesantren berbasis agrobis dan perikanan
3. Sistem KMI Gontor
Karena menggunakan sistem KMI Gontor, maka jenjang pendidikan di Pondok Modern Al-Barokah ada 2 (dua) macam, yaitu:
1. Kelas biasa, 6 (enam) tahun, bagi lulusan SD/MI
    artinya santri/wati akan menempuh jenjang kelas 1, kelas 2, kelas 3, kelas 4, kelas 5, dan kelas 6.
2. Kelas intensif, 4 (empat) tahun, bagi lulusan SMP/MTs
    artinya santri/wati akan menempuh jenjang kelas 1 intensif, kelas 3 intensif, kelas 5, dan kelas 6.
    Di kelas intensif ini tidak ada kelas 2 intensif dan kelas 4 intensif, karena kelas 1 intensif berarti jenjang kelas 1 dan 2
    biasa ditempuh dalam waktu 1 tahun di kelas 1 intensif, begitu juga kelas 3 dan 4 biasa ditempuh dalam waktu 1 tahun di
    kelas 3 intensif.
Pembiayaannya pun tidak mahal, pada tahun pelajaran 2014/2015 iuran bulanannya adalah Rp. 550.000,- dengan perincian sebagai berikut:
1. SPP sekolah & Pondok                 sebesar Rp. 150.000,-
2. Iuran Makan                                  sebesar Rp. 400.000,- +
TOTAL                                                          Rp. 550.000,-
Biaya pendaftarannya Rp. 2.300.000,- (dua juta tiga ratus ribu rupiah), perinciannya:
1. Uang pangkal pendaftaran               sebesar Rp. 1.000.000,-
2. Uang pemeliharaan gedung              sebesar Rp.    600.000,-
3. Uang organisasi dan kegiatan           sebesar Rp.    200.000,-
4. Uang iuran kertas 1 tahun                sebesar Rp.    250.000,-
5. Uang iuran kesehatan 1 tahun          sebesar Rp.    250.000,- +
TOTAL                                                          Rp. 2.300,000,-
Pembayaran-pembayaran di atas, bisa dilakukan langsung di kantor Administrasi pondok, atau ditransfer ke rekening BRI Cabang Patianrowo dengan nomor 6414-01-002695-53-3 atas nama LPPMA KMI Pondok Al-Barokah
Adapun syarat-syarat pendaftarannya adalah sebagai berikut:
1. Mengisi formulir pendaftaran
    (bisa didownload di sini lalu dikirimkan kembali melalui email ke pmalbarokah@gmail.com atau melalui WhatsApp atau
    BBM yang tercantum di dalam brosur, link brosur ada di bawah)
2. Menyerahkan fotokopi STTB/STK & SKHUN SD/MI atau SMP/MTs yang sudah dilegalisir sebanyak 2 lembar
3. Menyerahkan fotokopi NISN
4. Menyerahkan fotokopi akta kelahiran sebanyak 2 lembar
5. Menyerahkan fotokopi KK dan KTP Orangtua masing-masing sebanyak 2 lembar
6. Membayar administrasi pendaftaran.

Brosur bisa didownload di link di bawah ini:

brosur hal1 dan brosur hal 2

Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Modern Al-Barokah

Bermula dari tradisi silahturrahmi dengan berbagai pesantren, H. Harmoko memiliki obsesi untuk mendirikan lembaga pendidikan pesantren yang didasari atas harapan orang tuanya, H. Asmoprawiro dengan system seperti yang ada di Pondok Modern Gontor, maka pada tahun 1992, dimulailah pembangunan sarana dan prasarana pondok diatas areal tanah 6 ha yang peletakan batu pertamanya oleh para pimpinan Pondok Modern Gontor, para tokoh masyarakat beserta keluarga H. Harmoko tersebut bergabung dalam satu yayasan yang bernama Yayasan Insan Barokah yang diketuai oleh H. Harmoko sendiri.
Lembaga pendidikan ini memulai pelaksanaan program pendidikan dengan system KMI pada tanggal 3 Agustus 1993, dan dengan rahmat dari Allah, mulailah berdatangan santri satu persatu dari berbagai daerah seperti Jepara, Riau, Jakarta, Kalimatan, Malang dan sekitarnya, mereka yang kemudian menjadi santri perdana dengan jumlah 20 santri.
Pesantren ini diberi nama “Al-Barokah“ oleh KH. Drs. Rosyidin Ali Said dengan harapan do’a, semoga pesantren ini selalu diliputi keberkahan dan kesejahteraan lahir dan batin bagi penghuninya dan masyarakat sekitar. Al-Barokah ini diresmikan penggunaannya pada tahun 1995 oleh Bapak Mentri Agama H. Dr. Tarmidzi Taher dan Menteri Penerangan H. Harmoko dengan dihadiri oleh para pejabat dari pusat maupun daerah beserta tokoh-tokoh masyarakat.

Akhlak Kepemimpinan Rasulullah SAW (bag.I)

Pesan buat capres 2009

Oleh: Drs. KH. Rosyidin Ali Sa’id

PENDAHULUAN

Masalah kepemimpinan adalah termasuk masalah yang terpenting dalam hidup, baik pada tingkat kepemimpinan yayasan ataupun kepemimpinan proyek kebajikan, bagaimnapun bentuk dan ukurannya, Islam memberikan perhatian yang besar terhadap permasalahan tersebut, sebagaimana sabada Rasulullah SAW

كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته

“Setiap orang dari kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya itu.” [HR. Turmudzi, Abu Dawud, Bukhari, dan Muslim]

Jika kita coba untuk menarik benang merah mengapa Islam memberi perhatian terhadap permaslahan kepemimpinan ini adalah tidak lain semata-mata karena adanya misi suci dari Allah SWT untuk menciptakan manusia di muka bumi sebagai seorang pemimpin (خليفة) yang pada awal mulanya ditentang oleh para malaikat. Peristiwa ini telah dapat kita telaah seksama di dalam surat Al-Baqarah ayat 30-39 yaitu tentang penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi. seiring dengan berkembangnya kehidupan manusia di muka bumi dan kompleksnya problematika yang dihadapi, manusia sadar bahwa mereka tidak dapat eksis tanpa adanya bantuan dari orang lain, maka manusia pun memerlukan satu dengan lainnya. agar hubungan tersebuyt memiliki suatu sistem yang jelas dan akuntabel maka mereka sepakat untuk membuat suatu kepemimpinan yang berguna untuk menjamin terlaksananya aturan-aturan hidup yang dapat menjadikan kehidupan manusia itu menjadi lebih baik, benar, dan indah.

Rasulullah SAW adalah seorang pemimpin besar yang bukan saja diperuntukkan bagi umat Islam, tetapi bagi seluruh umat manusia. Labelisasi demikian secara jelas terdapat dalam firman Allah SWT;

وَماَ أَرْسَلْناَكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعاَلَمِيْنَ [الأنبياء 107

“Dan tidaklah Kami mengutusmu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam.”

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيْمٍ [القلم 4

“Dan Kau (Muhammad) sungguh punya budi pekerti yang agung.”

Kemuliaan budi pekerti dalam kepemimpinan yang dimiliki oleh Rasulullah SAW telah begitu banyak dirasakan oleh para pengikut beliau yaitu golongan yang pertama-tama beriman kepada ajaran Rasulullah SAW, kaum muhajirin dan kaum anshar serta para sahabat dan pengikut ajaran beliau. Hal yang paling penting dari kepemimpinan Rasulullah SAW adalah bahwa beliau pertama-tama selalu menekankan kepada pengikutnya untuk beriman hanya kepada Allah SWT (الإيمان بالله). Ajaran Tauhid yang dibawa beliau menjadi landasan utama dalam setiap gerak dan langkah kepemimpinan beliau sehaingga senantiasa berlandaskan pada al-akhlaq al-karimah (الأخلاق الكريمة) dan taqwAllah (تقوى الله). Kota Makkah menjadi pusat pengajaran tauhid kepada Allah SWT sebelum selanjutnya beliau memperluas wilayah pengajaran dan kepemimpinannya di kota Madinah setelah beliau hijrah pada 16 juli 622 M yang dipandang oleh umat Islam sebagai permulaan zaman baru dalam pengembangan ajaran Islam. Oleh umat Islam, tanggal yang bersejarah tersbut dijadikan awal perhitungan bagi tahun mereka yang terkenal dengan nama “tahun hijriyah” pada masa khalifah Umar bin Khattab. (1)

Sebagai seorang pemimpin, Nabi Muhammad SAW memberikan hak yang sama kepada kaum Muhajirin dan Anshar. Nabi melarang (mengharamkan) penduduk Madinah melakukan penumpahan darah dan melakukan pembalasan dendam. Beliau menyuruh mereka datang kepada beliau untuk meminta hukum, arbitrase (tahkim) dalam segala persoalan yang mereka hadapi dan perselisihan yang terjadi di antara mereka. dengan demikian Nabi Muhammad SAW telah mendirikan dasar-dasar pemerintahan Islam.(2) sebagai pemimpin, beliau senantiasa menganjurkan semangat persaudaraan, mengasuhi anak-anak yatim, perempuan janda, hamba sahaya, dan perbuatan lain yang dapat membahagiakan pergaulan hidup dan membangunkan peri kemanusiaan yang sejati. Dengan sifat-sifat kerasulan yang ada pada Muhammad SAW yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah, beliau mengembangkan ajaran Islam sekaligus dasar-dasar pemerintahan Islam ke seluruh penjuru dunia dengan tentunya terlebih dahulu mengajak umat manusia untuk beriman kepada Allah SWT (الإيمان بالله) dan hanya menyembah kepada Allah SWT (توحيد الله).